Hidup Damai di Rammang Rammang

Sebenarnya, liburan natal kemarin saya dan beberapa teman mo ke Toraja. Momennya pas, karena setiap menjelang natal mereka punya program Lovely December. Rencana kami pun urung terwujud karena yang punya mobil lagi ada acara juga. Kami nyari destinasi yang cukup dekat dari Makassar. Jadinya, kami ke Rammang-Rammang.
Pedesaan di daerah Maros ini punya banyak karst, baik dalam bentuk perbukitan maupun batuan besar yang teronggok dan terhampar luas di darat dan sungai. Baru tau juga setelah googling kalo Rammang-Ramang ini termasuk perbukitan karst terbanyak setelah Cina dan Vietnam.
Akses kesana cukup mudah. Kalo dari Makassar ke Maros sekitar 2 jam, sudah termasuk macet normalnya. Nanti ketemu pertigaan Pabrik Semen Bosowa belok kanan deh. Patokannya sih kantor PLN. Kalo langsung belok kiri, nanti ketemu yang kayak gini

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/5e9/12526018/files/2015/01/img_7915-2.jpg

Yep. Bisa dibilang pedesaan, tapi ga yang terlalu ndeso banget sih. Karena sudah banyak yang punya rumah beton gitu. Oh iya, didaerah sini juga ada dermaga untuk langsung ke desa Berua. Tapi viewnya kurang bagus dan perahunya ga selalu stand by. Di kanan kiri jalan diapit persawahan. Pemandangan yang sebelah kanan benar-benar luar biasa. Persawahan dengan latar bukit karst dan karst kecil yang terbagi acak. Saya sih liat karst yang tersebar ini ada yang membentuk gugusan seperti Stonehenge.
Nah, kalo lurus dikit setelah PLN nanti sebelum jembatan ada dermaga buat ke desa Berua yang bakal nganterin ke “Hidden Paradise”

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/5e9/12526018/files/2015/01/img_6947-0.jpg

Oh iya… Di sana sudah ada gapura yang dibangun provider XL. Jadi ga usah takut nyasar. Untuk perahunya, itu biayanya dipatok sama mereka Rp 200.000,- kapasitas bisa sampe 5 orang. Dengan sedikit nego, akhirnya Rp 170.000,- (namanya juga cowok, kalo nego kayak gini sih bukan ahlinya hahah). Perjalanan menuju desa Berua sekita 30 menit. Sepanjang perjalanan menuju desa Berua pemandangan sungainya seperti ini. Silakan deskripsikan sendiri dah

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/5e9/12526018/files/2015/01/img_7913-0.jpg

Ada beberapa tips yang bisa kalian pertimbangkan kalo mo kesini
1. Naik perahu usahakan tidak duduk di belakang mesin. Jadi kalo ga ada yang duduk di belakang mesin, cuma 4 orang aja kapasitasnya. Duduk dibelakang mesin bakal kepanasan. Kebayang dong, perjalanan 30 menit kepanasan dekat mesin bisa mateng hehehe.
2. Sebelum berangkat, buat perjanjian dengan harga yang udah kalian nego tetap bisa minta special offering. Kalian bisa minta berhenti pas spot tertentu kalo mo foto-foto. Atau minta diantar ke Telaga Bidadari. Telaga yang letaknya tersembunyi di antara karst.
3. Waktu terbaik ke Rammang-Rammang sih sebenarnya pas musim hujan. Tapi bukan berarti harus hujan-hujanan loh yaaa. Soalnya kalo kemarau, sungainya sering surut. Kadang pas berangkat, sungainya pasang. Tapi pas mo pulang malah surut, jadi harus nunggu sungainya penuh dulu hahahaha…. Kalo nekat yaa dorong aja perahunya
Nah, desa Berua nya seperti ini

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/5e9/12526018/files/2015/01/img_7914-0.jpg

Rasanya 30 menit perjalanan ga bisa tutup mata saking takjubnya sama tempat ini. Tempatnya menawarkan kedamaian dan ketenangan. Desa Berua cuma ada 10 rumah dengan asumsi satu rumah diisi bapak, ibu dan 3 orang anak. Jadi hanya dihuni sekitar 50 jiwa (tidak termasuk anjing yang berkeliaran disini yaah). Semua rumah masih rumah panggung khas sulawesi. Listrik mengandalkan tenaga surya dan generator sebagai cadangan. Lokasinya di dominasi sawah. Rasanya sih, tiap rumah punya petakan sawah sendiri. Benar-benar damai…

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/5e9/12526018/files/2015/01/img_7613.jpg

Oh iya… Sebelumnya, saya sudah cerita di blog teman saya, Aqid. Doi traveller sejati deh, tiap weekend bisa kemana-mana. Cerita singkatnya bisa liat di sini selain ceritanya yang keren, yg punya blog juga masih single loh. Sapa tau mau jadi travel mate nya hehehehe (bales promote yaah, qid)

5 thoughts on “Hidup Damai di Rammang Rammang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s