The Amazing 7 Days : I Have No Idea

Rabu, 20 November 2013

Pagi ini mendung masing membekas di langit. Menghitam, menebar terror dengan aroma dinginnya. Meringkuk, melipat badan ternyata belum cukup untuk menutup celah tubuh agar tak tertembus angin.

Dingin, ketika mata terpejam lalu kau seolah datang dan semakin dingin ketika sadar bahwa itu tak nyata.
Dingin, ketika bersua dalam diam yang cukup panjang.
Dingin, ketika kau duduk memunggungi. Tak ingin beradu pandangan, tak ingin bertatap muka.
Dingin, ketika melihat history percakapan. Berawal dengan tawa basa basi lalu kemudian berakhir begitu saja tanpa basa basi.
Dingin, ketika kau hanya mampu berkata, “Tidak apa-apa”.
Dingin, ketika mendengar tentangku, seolah kau ingin segera mengakhiri cerita itu.
Dingin, bukan seperti es yang mampu membatu. Namun dingin seperti kabut, hanya seberkas, sekejap, menghilang.  Tek berbekas, namun berjejak tetesan air pada dedaunan.

Ngalor-ngidul

I have no idea for this day. Setiap ditanya sama Edhy atau Mamank “Mau kemana hari ini?”, saya hanya bisa ketawa cengengesan ga jelas. Benar-benar ga tau mau kemana. Apalagi cuacanya mendung gini. Yaaah sedari awal sih emang tujuan cutinya itu cuma buat nonton Catching Fire sama main ke Gua Jomblang atau Gua Pindul. Tapi setelah dapet info dari teman-teman, karena daerah gunung Kidul sana lagi sering hujan. Jadi banyak jadwal yang di cancel. Selain itu di Gua Pindul kalo musim hujan gini airnya jadi keruh jadi ga bagus buat main air. Jadi tips cuti kali ini adalah jangan lupa perhitungkan musim. Cuti di musim hujan seperti ini bisa bikin jadwal kalian banyak yang gagal.

Akhirnya jadilah kami makan siang dulu sambil memikirkan kemana kami akan pergi selanjutnya. Kami (Saya, Mamank, Edhy dan Fauzan)  makan siang di Soto Pak Min. Saya sudah sering mendengar bagaimana mereka sangat menyukai Soto Pak Min yang rasanya enak itu (setidaknya melalui twitter). Awalnya sih sempat bayangin kalo tempatnya tuh bagus, ga kayak warung-warung biasanya. Ternyata setelah sampe jadi under-estimate gitu kalo ternyata tempatnya dipinggir jalan dengan tenda doang.

Saya segera menghilangkan pikiran negatif saya setelah melihat antrian parkiran yang penuh banget. Soto Pak Min ga mungkin ga enak, parkirannya aja penuh gini. Setelah liat menunya, ternyata yang disajikan cukup sederhana. Hanya soto ayam, namun beberapa variasi misalnya pake dagingnya aja, pake paha ayam, pake ceker dan lain-lain.

Okee… Jogja emang tempatnya kuliner. Wisata kuliner juga ga harus mahal-mahal kok. Nah, ini salah satunya. Baru kali ini makan soto ayam yang bener-bener gurih banget. Sorry, Soto Lamongan di Sidogiri, kamu punya saingan yang namanya Soto Pak Min di Jogja hahahaah… Pokoke mak nyuuuusss! (ala-ala Bondan Winarno). Oh iya, ngomong-ngomong Bondan Winarno, jadi lupa kalo pas di sana pengen banget ke Kopitiam Oey. Pengen ngerasain teh talua itu. Haaaahh… nantilah kalo ketemu Kopitiam Oey lagi.

“Jadi kemana kita ini?”

“Mo ka dulu service motor sama Fauzan, baru nanti mo cari sepatu running”

“Oke, kalo bgtu saya sama Edhy tunggu di Toga Mas samping Gramed. Nanti kita temani cari sepatu, Mang,” berasa keluar tanduk hahaha… entah kenapa kalo lagi temanin orang belanja itu sangat mengasyikkan untuk dipengaruhi (senyum jahat).

Toga Mas

Menurut saya, Toga Mas ini adalah surganya buku diskon. Tiap hari dapat special diskon untuk genre tertentu. Makanya kemarin borong novel soalnya hari selasa smua novel diskon 25% cooooyy. Toga Mas yang di samping Gramedia ini adalah Toga Mas yang dulunya di depan Empire XXI. Pas kuliah, ini jadi salah satu tongkrongan favorit. Saya selalu mimpi bisa tinggal di antara dua gedung ini, XXI dan Toga Mas. Sempurna sekali!

Yang bikin betah selain bukunya adalah café nya. Untungnya sih Toga Mas pindah, café nya juga ikut pindah. Udah kayak satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan gitu deeh… Saya dan Edhy kemudian berlama-lama di Toga Mas dan itu membuat saya berhasil menemukan bukunya Yoris Sebastian sama Komaruddin Hidayat. Lumayanlah bisa buat bacaan ringan untuk kehidupan (lupa judulnya apaan, soalnya tulisan ini dibikin dikantor dan tanpa mengabaikan nasabah lho yaa… just on my free time. No customers, no job heheheh)

Kami kemudian menunggu Mamank dan Fauzan di café Toga Mas. Café ini saya lupa namanya apa, tapi café ini punya minuman cokelat terenak yang pernah saya minum. Tapi definisi enak menurut saya belum tentu enak bagi orang lain. Jadi menurut saya cokelat yang enak itu adalah cokelat yang pahit, rasa manisnya hanya beberapa saat dan kemudian jadi pekat dan pahit. Itu benar-benar enak. Walaupun dicampur susu ataupun vanilla, rasa cokelatnya yang asli tetap kuat.

Beberapa lama, Mamank dan Fauzan juga datang dan mampir ke Toga Mas dulu baru mendatangi kami di café. Hujan pun turun dan kami harus menunggu sampai reda untuk membantu mempengaruhi Mamank membeli sepatu hehehe.

“Coba cari tulisannya “INI” (Lupa. Kemarin tulisannya apa yang ada di poster-poster jadul itu)”

“Itue!!” ga cukup semenit udah ditemukan sama Edhy.

“Coba cari tulisannya CROCODILE. Ada disekitar sini ji juga” Edhy sambil bikin lingkaran batas pake tangannya. Saya dan Fauzan sudah melongo mencari kemana-mana. Semantara Mamank Cuma senyum-senyum.“Pasti na tau Mamank hahaha”.

“Oke nyerah. Nda ku tau”.

“Iya, saya juga”.

“Tulisannya ada di celana dalamku! Hahahaha..”.  Kami terus melanjutkan permainan konyol itu sampe hujan benar-benar reda lalu mencari sepatu running untuk Mamank (tapi ga sampe ke merek celana dalem lagi lho yaa… hahaha).

Sepatu Running

Kami memulai dengan toko di dekat Mall Galeria. Di sana Mamank menemukan sepatu yang disukai tapi tidak ada ukuran yang pas untuk kakinya. Sembari Mamank mencari dan mencoba model lain, kami juga sibuk melihat-lihat jaket dan sepatu yang ada disana. Basa basi aja sih sebenarnya, ga ada niatan buat beli. Cuma liat doang, ooh ini bagus, ini bagus, yang ini bagus, tapi yang beli tetap Mamank. Pokoknya misi hari ini Mamank haru beli sepatu! HARUS!! Hahahaha

Masih ditoko yang sama, operator komputernya lagi sibuk ganti lagunya berulang kali sampe akhirnya berhenti di lagu Miley Cyrus – Wrecking Ball. Lagunya emang keren sih tapi tidak sekeren video klipnya. Video klipnya nude dan erotis banget (Ga usah dibahas lebih lanjut bagaimana video klipnya, nanti tulisan ini malah dikasih rating “xxx” lagi hehehe…) tapi lagu ini ternyata cukup melekat  selalu kami nyanyikan bersamaan di bagian yang sama

“I came in like a wrecking ball
I never hit so hard in love
All I wanted was so break your walls
All you ever did was
WRE EE EECK ME
YEAH YOU WREE EE EECK ME”

Hahahaha… kami cukup kompak untuk menyanyikan bagian akhir reff nya. Di bagian ‘WREE EE EECK ME’ walopun kedengarannya kayak nyebut “ee ek” gitu (eeww :P)

Karena tidak ada yang pas, akhirnya kami melanjutkan ke Mall Galeria. Ke  Sport Station, Athletics Sport tapi tidak ketemu juga model yang sama dengan yang Mamank sukai. Mungkin seperti ini yang dinamakan cintapada pandangan pertama. Sekali saja kau melihat yang menarik hatimu, maka kau tidak akan pernah bisa mengalihkan pandanganmu darinya. Pandangan pertama akan terus kau lanjutkan ke pandangan kedua, ketiga dan seterusnya. Mencari yang sepadan dan sama dengan dirinya. Mengacuhkan semua yang ada disekitarnya. Kira-kira seperti itu gambarannya.

Masih belum menemukan yang cocok untuknya, kami melanjutkan ke Mall Malioboro. Kami ke Reebook, Sport Station dan Mamank belum menemukan cinta pada pandangan pertamanya. Akhirnya kami mampir ke Matahari. Mamank malah “berpaling”, tergoda oleh rayuan celana pendek  Nevada. Mungkin untuk pelairannya karena belum juga menemukan sepatu running hehehe.

Kami kemudian menunggu Mamank di Athletics Sport dan kami menemukan cinta pandangan pertama Mamank di toko itu dengan ukuran yang pas. Hahahaa saatnya kami mempengaruhinya. Dari Athletics Sport kami melihat Mamank dengan gembira keluar dari Matahari bersama dengan belanjaan “selingkuhannya”. Seperti pengkhianatan, ternyata Mamank sudah menmgkhianati sepatu running dengan mendahulukan celana pendek Nevada yang dibelinya.

“Mang, di dapatmi sepatumu. Inie,” sambil nyorongkan sepatu running warna hitam kombinasi hijau neon. It’s so bright!

Mateni (mampus dah), sudah ka beli celana tadi!”.

“Nda papa ji Mang. Nanti sa tambahkan kurangnya. Oh iya, Mbak, biasanya dia kalo coba sepatu langsung satu pasang, ga satu doang, hehehe….” mulai mempengaruhi.

Baaahh magaretta ko Mang (Baaah kmu ganteng Mang) pake itu sepatu,” Edhy ikut-ikutan provokasi Mamank. Sementara Fauzan Cuma bisa ketawa sambil angguk-angguk mengiyakan. DAN PROVOKASI KAMU PUN BERHASIL! Hahahaha… Selamat Mang atas sepatunya and Happy Running J

“Eh Mang, langsung pake saja sepatumu. Lari mo dari Malioboro ke Aspura, nanti kita ikuti dari belakang, hahahaa”.

***

Kembali ke asrama, setelah makan malam. Kembali menghabiskan malam dengan berbagi cerita. Sembari bercerita, mataku tiba-tiba tertuju pada akun @IndohungerGames. PREMIERE CATCHING FIRE 21 NOVEMBER 2013!! Satu hari lebih awal ternyata! Okay, just sleep early for this movie. Kumpulin tenaga buat ngantri besok. See you tomorrow, Katniss. The Girl on Fire J

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s