Lullaby

00:17
[berbekal torch light handphone]
Mataku masih saha kelayapan memandang ruang kamarku yang tengah gelap tanpa cahaya. Sesekali angin tanpa permisi melewati jendela menerobos gorden. Aku merasakan angin malam membelai wajahku, juga lenganku. Dingin sentuhannya membuatku menarik rapat selimutku.

[Kriiik kriiik kriiiiik]
Di saat malam seperti ini, aku bisa mendengar jelas nyanyian jangkrik. Entah lagu apa, tapi ini lebih baik dari daripada lagu-lagu di chart Billboard. Haaah membuatku membayangkan kampung halamanku semasaku kecil. Inilah nyanyian alam yang selalu kurindukan. Aku berharap ada backing vocal dari kodok dan cicak. Tapi ternyata orkestra malam ini milik jangkrik saja.

[Resonansi Gitar]
Suasana semakin romantis. Aku tidak tahu dan semakin tidak mengerti. Aku selalu merasa romantis ketika berada dalam ketenangan, kegelapan dan sendiri. Terasa lebih damai dan nyaman saja.
Dari kamar sebelah, yang hanya berbatas tembok imitasi berbahan tripleks, alunan gita terdengar begitu mesra. Aku menikmatinya, membuatku bisa merelaksasi otakku sebelum tidur. Beberapa kali petikan gitar mengiringi suara Edhy yang tenang, bersenandung lagu Muse – Unintended. Konsentrasiku bubar tanpa aba-aba. Belum sempat aku menyambung lagunya dengan suara hatiku, lagunya tiba-tiba berganti entah apa judulnya.
Alunan gitar kembali tercekat berganti menjadi melodi klasik dari lagu Andra and The Backbone – Sempurna. Kali ini tanpa suara manusia. Aku merasa, jangkrik yang berhenti bernyanyi merasa iri, orkestranya malam ini diambil alih secara tidak sengaja oleh manusia yang memetik gitar penuh melodi ini.

[Manusia-Manusia]
Aku mendengar semuanya. Dari kamar sebelah, yang sepertinya tengah asyik bermain dengan berbagai karakter pesepak bola, aku mendengar suara tawa. Awalnya sih didahului dengan cerita-cerita yang terdengar bergemuruh karena tekanan bass pita suaranya yang tinggi. Beberapa saat kemudian lepaslah tawa yang tercekat dari tenggorokannya. Sesekali mereka atau dia terdengar batuk. Entahlah… mungkin memang sakit sedang menggaruk tenggorokannya.
Lain lagi dengan Bara. Dia sudah lebih dulu tidur telah menemukan mimpinya dengan mata tertutup. Saking asik dengan mimpinya, dia bahkan menggiringnya dekat dengan garis kehidupan nyata dengan bergumam sambil tersenyum lebar, “Asiiiik…. Asiiik”. Hahaha… untung tawaku tidak membuatnya segera tersadar dari mimpinya yang sepertinya sangat lucu. hahaha

[Things]
Tiba-tiba semua hening. Terdengar suara langkah dengan sandal yang terseret seperti pada adegan horror kebanyakan. Suara roling door yang dibuka paksa pun mengikuti. Imajinasiku pun membentuk serangkaian keadaan horror seperti yang pernah aku tonton sebelumnya. “CUT IT OFF!” perintahku pada imajinasiku.
Dari kejauhan terdengar knalpot motor menderu pelan. Bunyi seperti itu sudah tidak asing lagi. Pasti itu adalah anak asrama yang sedang mengalami keadaan gawat darurat untuk rasa laparnya. Ini sudah menajdi penyakit komplikasi insomnia dan midnight hungry. Hahaha
Samar-samar aku juga mendengar bunyi klik atau entahlah seperti apa bunyinya. Aku menduga itu adalah bunyi tombol BB. Jaman semakin canggih, pengantar tidur bukan lagi dongeng tapi sms ataupun utak-atik handphone, apalagi mereka yang punya BB. Serasa tangannya nempel sama handphone, hehehehe

[closing]
Mataku mulai merekat perlahan. Sesekali mataku kembai terbuka memandang kamar yang masih gelap. Alunan gitar Depapepe terdengar. Aku merasa sudah semakin ngantuk. Entah sudah selebar apa mulut terbuka karena si kantuk. Aku menepuk-nepuk bantal hitam yang selalu menyangga kepalaku. Kututup mata perlahan dengan iringan Depapepe, entah siapa yang memetik gitarnya…

14 November 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s