Gelembung Cita-Citaku…

Dua bulan selepas ujian pendadaranku aku masih di sini-sini saja. Selesai dengan tambahan tiga huruf di belakang namaku ternyata malah membuatku kalang kabut. Rasa bahagia yang aku rasakan karena telah menyelesaikan pendidikan S1-ku ternyata hanya sekejap, menguap layaknya alkohol. Udara kecemasan yang melingkupiku terlalu kuat. Bagaimana tidak, selain karena titel baru yang aku sandang, aku juga harus berkompetisi dengan ratusan bahkan ribuan orang yang juga telah menyelesaikan pendidikannya. Ya… berjuang untuk mendapatkan pekerjaan untuk bisa berdiri dan hidup di atas kaki sendiri.

Di tengah kegalauanku (entah sudah season berapa galau ini) pikiranku malah melayang kembali ke masa lalu. Masa di mana banyak cita-cita yang berhasil ku-itikadkan dalam hati namun belum bisa aku wujudkan. Seperti anak kecil memang, cita-cita mereka sekejap dapat berubah ketika menyaksikan sosok yang mampu membuat hatinya yang masih lugu terkagum-kagum. ”Aku mau jadi seperti itu!” setidaknya seperti itulah kalimat yang terlontar entah dari mulutnya langsung atau hanya didengungkan dalam hati.

[Monolog]

Mata tertutup… imajinasi terbentuk. Entah siapa yang membukanya. Lemari yang penuh dengan gelembung-gelembung bening berisi cita-citaku yang dulu. Sensasinya kembali menyelimutiku dan membuatku kembali terobsesi untuk meraihnya. Aku berjalan dalam lorong gelap. Hanya ada satu cahaya yang terang. Itu berasal dari lemari yang penuh dengan cita-citaku. Ku buka pintunya yang berderit. Semuanya masih tersusun rapi. Aku merapatkan wajahku. Beberapa gelembung bening tampak lebih besar dari yang lainnya. Sisanya gelembung-gelembung kecil seperti gelembung sabun. Yang besar itu ada dihadapanku berjejer rapi, tanganku menyentuh pelan salah satu gelembung besar dan gelembung itu pun mulai bercerita.

  1. Punya Bank Syariah Sendiri

Gelembung cita-cita ini yang ada dihadapanku. Ini sejatinya ada karena aku memang kuliahnya di manajemen perbankan syariah. Selama 4 tahun kuliah hanya ini yang ada di kepalaku. Aku ingin menjadi direktur bank syariah sebagai salah satu bentuk perjuanganku untuk melawan riba yang sekarang ini merajalela. Mengalahkan semua bank konvensional yang sekarang sedikit demi sedikit mulai tergeser dengan kehadiran bank syariah.

  1. Direktur BI

Ini adalah kelanjutan dari cita-cita yang pertama. Setelah punya bank syariah sendiri, aku harus bisa menjadi direktur BI untuk menerapkan  ekonomi Islam di Indonesia. Namun, ini sedikit bertolak belakang dengan naluriku yang sangat tidak cocok dunia politik, apalagi politik kotor.

  1. Arsitek

(Hmmm sangat tidak sejalan dengan apa yang aku pelajari bukan??) Ya… ini adalah cita-citaku sejak SMA. Tepatnya kelas 3 SMA. Tugas membuat maket rumah membuatku sangat bersemangat untuk menjadi arsitek. Aku punya mimpi akan membuat green house (yang akan membuat bumi jadi lebih adem tentunya). Tak ada polusi, tak ada limbah yang bisa membuat bumi menjadi tercemar. Bumi akan kembali hijau dan masalah pemukiman kumuh segera teratasi dengan rumah rancanganku nantinya. Selain itu aku juga ingin membuat rumah pribadi dengan desain tanganku sendiri. Segala detilnya adalah hasil ciptaanku yang akan membuatku nyaman di dalamnya. Namun sayang cita-citaku ini pupus saat ibuku ternyata tak mampu untuk membiayaiku untuk kuliah di jurusan arsitek. Niatku pun kuurungkan dan melangkah memasuki gerbang Ekonomi Islam yang sama sekali asing untukku. (Tapi tak apalah, pelajaran baru apa salahnya???)

  1. Artis

(Hahahha… ini bukan karena kemarin baru saja merampungkan film pendek berjudul HARI di mana aku menjadi pemerannya) Ini karena hobiku yang dari dulu sangat suka nonton film genre apapun. Mulai dari cartoon sampe action. Mulai drama yang bikin nangis-nangis sampe triller psikologi yang memahami harus aku tonton berulang kali. Aku sering membayangkan diriku adalah Harry Potter. Ini aku lakukan ketika aku membutuhkan tambahan kepercayaan diri untuk menghadapi sesuatu. (Dan ini selalu berhasil untuk membuatku tampil lebih PEDE. Hahahaha….) Selain itu aku selalu bermimpi berjalan di red carpet Hollywood di antara gemerlap blitz kamera. Punya patung lilin di Madam Tussac bersanding bersama Angelina Jolie dan Brad Pitt. Benar-benar khayalan tingting (ssstt bukan Ayu Tingting lho tapi khayalan ”tingkat tinggi”)

  1. Pelukis/ Komikus

Sejak kecil aku sangat senang menggambar. (Hmmmm sebelumnya aku berterimakasih pada Setyo dan Marno yang telah mengajariku menggambar karakter kartun) Gambar pertamaku adalah karakter Son Goku dan Sailor Moon.  Itu karena film kartun ini selalu aku tonton setiap tayang. Sampai-sampai saat bermain aku selalu menirukan gerakan untuk mengeluarkan kekuatan seperti mereka. (Hahahaha lucu mengingat masa kecilku) Gambarku yang selanjutnya adalah karakter-karakter Pokemon. (Ini contekannya dari hadiah Tazos dari krupuk Chit*s Ch*ki dan J*t-Z) Aku masih ingat buku gambar kecil yang selalu aku bawa ke tetanggaku, Udin untuk menggambar bersama menggunakan spidol. Sungguh sangat berwarna… so colourfull.

  1. Guru

(Ini adalah asli cita-cita kecilku) Saat di tanya guru di sekolah ”Ingin jadi apa?” aku selalu menjawab “Jadi guru”. Terkadang aku menggantinya jadi pilot dan astronot tapi yang paling melekat di diriku adalah guru. Entah kenapa, mungkin karena aku merasa menjadi guru sangat menyenangkan saat itu. Namun jauh kedepan bukan itu lagi yang menjadi alasan utamaku. Yang menjadi alasan utamaku adalah benar-benar ingin mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang ada dalam Pembukaan UUD 1945 hahahah). Aku miris saja melihat banyak sekolah-sekolah yang sangat memprihatinkan. Belum lagi kondisi pengajarnya yang tidak sebanding dengan jumlah siswa yang harus diajarnya. Belum lagi anak-anak yang kurang mampu yang tak mampu mengenyam pendidikan seperti mereka yang mampu. Aku selalu bermimpi punya sekolah sendiri di mana semua anak baik kaya maupun miskin, baik mampu maupun tidak mampu bisa bersekolah. Kabar terakhir yang aku dapatkan, Om Anis Baswedan sudah punya program seperti yang aku impikan itu. Indonesia Mengajar, dan aku mengikrarkan dalam hatiku untuk bisa mengikuti program pengabdian itu.

  1. Kuliah Di ISI

Hahaha ini adalah cita-citaku yang paling konyol sebenarnya. Munculnya juga karena saat sekarang ini aku merasa bakat seni yang telah aku tinggalkan muncul kembali dalam diriku (hahahaha… sok yes). Bakat-bakatku yang dulu seperti menggambar dan melukis sudah lama aku tinggalkan dan aku ingin semua itu kembali sekarang (maksudnya sih biar ada kerjaan… dari pada nganggur ga ada kerjaan sekarang). Aku berandai-andai kalau aku punya banyak uang, bukan S2 yang aku lanjutkan tapi aku mau S1 di ISI di diskomvis (tulisannya dah bener belum yah?!).

  1. Novelis

Cita-cita ini muncul ketika awal kuliah di STEI Yogyakarta. Bergabung bersama kakak Haris dan teman-teman yang lain. Ada Furqon, Fauzan, aris, Aqid, Kilah, Eko dan Dwi. Kami pun membentuk komunitas Sa’I (Sastra Hati). Setiap minggu kami berkumpul di Masjid Syuhada untuk mencari inspirasi untuk membuat tulisan. Tak lama setelah bergabung mereka, aku juga bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) Yogyakarta. Setiap kamis sore, kami berkumpul di Balairung UGM. Bersama mereka, aku semakin tertarik dengan dunia kepenulisan. Beberapa cerpen telah aku hasilkan dan salah satunya berhasil menang di sastra On The Street yang diadakan oleh FLP Yogyakarta. Walaupun hanya juara II dan hadiahnya tidak seberapa tapi suatu kebanggan juga untukku. Sekarang ini, aku hanya aktif menulis di blog yang juga sering aku kirim ke Viva News dan Kompasiana. Senang juga melihat tulisanku banyak dibaca dan dikomentari oleh orang lain. Benar kepuasan yang tak terkira. Untuk proyek novelku sendiri masih dalam tahap pengerjaan (alias nunggu mood yang pas… hahaha ngeles).

  1. Super Hero

Kalo yang ini emang ngaco dan ngga jelas banget. Tapi ini selalu ada dalam hatiku (alah…). Karena kebanyakan nonton film dengan genre super hero, belum lagi komik-komik, ini ternyata menstimulus pikiranku untuk menjadi seperti mereka. Aku selalu berharap akan mendapatkan kekuatan super untuk bisa menolong mereka yang sedang kesusahan. Hahaha… dan yang paling gila adalah saat aku sedang sendiri, terkadang aku berusaha untuk menerbangkan sesuatu degan menatapnya terus menerus sambil berkonsentrasi (bener-bener gila kan?!). tapi begitulah… yang aku coba wujudkan adalah the real super hero. Membantu mereka yang membutuhkan semampuku. Menurutku itulah wujud super hero yang ada dalam diriku yang harus aku maksimalkan. Aku tidak perlu kekuatan super untuk bisa menolong mereka yang kesusahan. Aku cukup butuh keikhlasan untuk menolong. Thats it….

  1. Punya Perpustakaan Sendiri

Kembali ke tanah kelahiranku, sangat memprihatinkan ketika generasi muda tidak ditanamkan sedini mungkin budaya membaca. Aku selalu bermimpi punya perpustakaan yang sangat lengkap dikotakelahiranku sebagai wujud sumbangsiku. Aku ingin menanamkan nilai bahwa membaca itu sangat menyenangkan, sama seperti kegiatan menyenangkan lainnya. Tidak hanya sebagai pengantar tidur, tapi sebagai kebutuhan. Pepustakaanku ini akan menjadi pusat ilmu pengetahuan yang ada di kotaku nanti sehingga bisa berkembang, tidak terbelakang seperti kota-kota besar diIndonesia.

Sebagai manusia yang ga pernah puas, aku sih pengennya semuanya bisa include dalam diriku (hahaha serakah banget..). Belajar dari banyak orang, yaaa katanya jangan cepat puas sama yang apa kita dapatkan (iya juga sih… terkesan masuk daerah comfort zone). Apapun nanti yag akan terwujud, jadi apapun itu, yaaa itulah aku. Tapi setidaknya apa yang aku tulis ini bisa aku wujudkan sendiri dengan tanganku.

[monolog]

Aku menutup mata… saat ku buka, seluruh gelembung cita-citaku terbang menuju langit. Semua masih utuh, mungkin nanti akan ada beberapa yang pecah. Tapi aku berharap dan selalu berdoa agar Tuhan bisa memeluk cita-citaku sembari berkata “Kun Fa Yakun”. Jadi maka jadilah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s