Ada Dialog Indonesia Di Furry Vegeance

Kembalinya film Hollywood ke tanah air membuat para penggemarnya kembali bergairah. Bagaimana tidak, selama masa “mati suri” itu, bioskop benar-benar berhantu (baca : dipenuhi sajian film hantu). Tentu saja ini adalah kabar gembira para penikmat film. Momennya pun sangat pas, yakni ketika film Harry Potter 7 Part 2 serta Transformer 3 yang membuat bioskop kembali menjadi medan magnet bagi para penggemarnya. Dalam masa hukuman untuk membayar pajak film yang semakin bertumpuk dari agency yang bersangkutan itu, tentunya sangat banyak film yang tak terekspose ke layar lebar. Belum lagi masalah situs-situs download film yang tiba-tiba diblokir.

Dalam masa ini ada satu film yang menginspirasi tulisan ini. Film yang berjudul Furry Vegeance ini bergenre komedi. Film ini berkisah tentang seorang agen developer yang akan membangun perumahan diloksai hutan. Kehidupan Dan Sanders yang diperankan oleh Brendan Fraser disabotase oleh kawanan hewan yang hidup di hutan tersebut.  Kawanan hewan yang dipimpin oleh seekor sigung ini mengajak kepada seluruh hewan hutan untuk berperang melawan aktor yang menjadi icon The Mummy ini. Hal ini dilakukan oleh hewan-hewan untuk menyelamatkan populasi mereka yang terancam karena pembangunan perumahan yang akan membabat habis hutan tempat tinggal mereka.

Rencana perluasan kawasan perumahan ini juga mendapat tentangan dari istri dan anaknya yang diperankan oleh Brooke Shields dan Matt Prokop. Sang anak yang akhirnya berteman dengan seorang wanita dari sekolahnya yang juga adalah seorang penggiat lingkungan. Belum lagi istrinya yang mengajar pada sekolah di daerah hutan tersebut dan dipercaya sebagai volunteer untuk perayaan festival hutan.

Lalu apa yang menarik dari film ini? Pada bagian awal film ini, terdapat dialog yang menggunakan bahasa kebanggaan kita, Bahasa Indonesia. Tentu tak diduga sama sekali, tapi itulah yang ada dalam film tersebut. Pada bagian dialog itu, bos developer yang juga adalah orang asia datang mengunjungi kawasan perumahan untuk memberikan rancangan barunya untuk memperluas perumahan. Itu tentu berarti membabat habis hutan. Pertengkaran kemudian terjadi antara Si Bos dengan sekretarisnya. Sekretaris pun berdialog dalam Bahasa Indonesia dalam beberapa kalimat. Dialognya adalah “Hmmm apa? Saya tidak tahu”.

Sudah selayaknya kita berbangga. Setidaknya bahasa kita sudah mulai sedikit diperhitungkan. Selain film ini, film lain yang juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam dialognya adalah Anaconda : The Blood Orchid. Selain itu, keindahan alam Indonesia pun kini tengah dilirik oleh Hollywood untuk dijadikan sebagai lokasi syuting pasca film Eat, Pray, Love yang mengambil lokasi di Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s