Emang Situ Bersih ?

BERSIH-BERSIH PARTAI DEMOKRAT
Metro Pagi / Senin, 25 Juli 2011 07:33 WIB

Belajar menulis politik. Ternyata sulit juga, kasus demi kasus harus dicermati perkembangannya. Tak heran para pengamat politik bisa bikin bahasa sebagus itu. Yaa kerjanya emang ngamatin politik. hehehe Bicara tentang politik memang tidak ada habisnya. Pagi ini iseng-iseng membuka salsh satu berita di metro tv wal hasil jadilah tulisan butut ini.

Pagi ini SBY dihadapan peserta RAKORNAS berceramah tentang “bersih-bersih” di sentul Bogor Jawa Barat. Hingga saat berita ini di sampaikan pun belum ada pihak dari anggota partai yang “dibersihkan”. SBY hanya meminta bahwa partai pemenang Pemilu 2009 yang tidak lain tidak bukan adalah partainya sendiri untuk menindak tegas para pelaku yang terkait masalah hukum yang merusak nama baik partai. (Emang situ bersih… jaminan apa yang bisa membuat saya yakin anda itu bersih). Sebenarnya bosan juga melihat SBY yang hanya banyak bicara.

Apa yang dilakukan ini hanyalah mencabut akar2 kecil yang suatu saat akan tumbuh kembali dan tetap akan merusak. Bagaimana tidak toh dicabut cuma akar kecil. Lalu bagaimana dengan akar yang sudang menancap kuat di dalam tanah. Cara mencabutnya seperti apa?

Menurut Wakil Sekjend Partai Demokrat, Saan Mustofa usai Rakornas ini semua anggota partai yang tidak sesuai dengan garis partai, tidak sesuai dengan etika partai yakni etika politik bersih maka akan di list. Setelah itu akan dirapatkan dengan dewan Kehormatan untuk menentukan sanksinya. Beberapa nama dan kasus sempat disebut-sebut dalam berita ini, di antaranya Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh dan Mirwan Amir yang terpaut masalah pembangunan gedung atlet.

Lalu kenapa harus menunggu lama? Bukti apa lagi yang kurang? Seperti yang ditampilkan M.Nazarudin dengan topi jeraminya, itu sudah bisa dipertimbangkan. Kasus seperti ini mungkin kasus berjamaah yang tidak akan ada selesainya. saling usut saling tuduh. Entah mana yang benar semua punya pembelaan. Ada yang mengaku hanya dijadikan tumbal. Entahlah, solusi ampuh apa lagi yang harus digunakan untuk memperbaiki dunia politik negara ini. Tak ada politik murni, semuanya penuh trik dan intrik untuk saling menggulingkan, saling menjatuhkan. Seperti hutan, dunia politik layaknya hutan rimba, yang berlaku juga hukum rimba. siapa yang kuat dia yang menang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s