Sisi Indah Kegalauanku

Galau… entah sejak kapan aku mendengar kata-kata ini. Mungkin saja aku sudah sering sekali merasakannya namun tak pernah ku ketahui bahwa itulah galau. Kata-kata ini sering berputar disekitar diriku semenjak Kanda Eka Damayanti yang menuliskan puisinya yang mengisahkan tentang kegalauannya.

Setelah menyelidiki beberapa halaman kitab Mbah Google, kutemukan sesuatu yang eyecatching. Galau adalah keadaan dimana seseorang bingung untuk menentukan pilihan. Merasa susah apa yg akan terjadi nantinya, apakah sesuai harapan atau tidak, apakah ini benar atau salah. Singkat cerita, sebut saja bimbang. Dalam artikata.com disebutkan bahwa Galau adalah kacau tidak keruan (pikiran). 

Yaa.. banyak hal membuat seseorang menjadi galau. Mungkin karena cinta (terutama anak muda), karena tujuan hidup, dan karena masa depan. Entahlah, apapun yang membuat mereka galau, menurutku itu adalah salah satu proses kedewasaan untuk menentukan sebuah pilihan dengan segala konsekuensi yang akan mengikutinya.

GALAU YANG INDAH

Aku lebih senang menyebutnya seperti itu. Ditengah kegalauan yang sedang terjadi pada diriku, aku memang tengah disibukkan dengan berbagai pilihan hidup dan masa depan. Aku rasa semua orang akan melewati fase seperti ini. Lalu kenapa menjadi indah? Mungkin karena kegalauanku lebih ke arah sesuatu yang indah yang dulu aku putuskan untuk melupakannya. semuanya datang perlahan memenuhi ruang kegalauan yang penuh sesak dengan segala benang kusut yang begitu rumit ku urai.

Meninggalkan itu semua, aku justru kembali mengenang semua masa lalu yang indah yang selalu kupendam rapat. Cukup aku dan dia saja yang tahu. Tapi entahlah, dia masih ingat atau tidak. Tarekahir kali aku mencoba mengingatkannya, dia sudah tak ingat detilnya lagi. Aku menyebut ini kegalauan karena memang aku masih belum bisa menentukan pilihan. Masa lalu yang begitu indah tak ingin aku lepaskan, sementara masa kini yang menyambut terus membuatku berada dizona nyaman yang juga telah berat hati untuk aku tinggalkan. Kasarnya, hatiku mendua karena galau. Hahahaha

Mungkin tak seindah dulu, namun setidaknya harapanku kembali muncul untuk melanjutkan apa yang sejenak terhenti. Lalu bagaimana dengan yang ada dihadapan? Tanpa sadar, sebenarnya aku tengah melakukan prinsip sambil menyelam minum air. Aku melakukan 2 hal secara bersamaan yang kedua-duanya menyangkut perasaan. Sungguh sulit jika sudah perasaan yang berbicara. Semuanya menjadi serba tidak enak, tidak menyenangkan.

Untuk itulah aku juga merasa galau. Tapi setidaknya untuk saat ini galau yang indah yang tenagh aku rasakan bisa membuatku sedikit bersemangat. Rasa cinta (entah dalam bentuk seperti apa) aku tanam dengan benih yang aku miliki. Keputusan untuk memilih suatu saat nanti akan datang. Saat ini aku belum bisa menentukannya untuk menghilangkan rasa galau ini. Namun kelak bersama waktu yang setia menemani hingga kapanpun akan ku temukan jawaban yang pasti. Bahkan mungkin bukan di antara mereka berdua. Aku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk menentukannya, Dialah Maha Penentu nasib ummatnya. Aku masih terlalu muda untuk menentukan sesuatu yang akan aku jalani selama hidupku. Keputusan berat itu haruslah aku serahkan sepenuhnya kepada-Nya.

 

PS : tulisan ini diinspirasi oleh

  • Eko Agus Saputra dan Erni Kartini yang akan segera menikah (sungguh aku sangat bahagia bahkan iri melihat kalian berdua)
  • Indra Rukmana : hahahaha… mari kita bergalau dengan tertawa… hahahaha
  • K’ Eka Damayanti yang pertama kali memperkenalkan kata-kata Galau😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s