Menjemput Mimpi

Hanya berteman kursi kosong. Masih jelas ku dengar suara tv yang melolong menembus kabut sunyiku malam ini. Di pinggiran layar hp ku, angka 22.33 terus berkejaran. Bibirku bertemu dengan bibir gelas. Sensasi kehangatan lalu menyelimutiku segera. Menghalau dingin yang datang menyergap.

Diruang tamu, aku masih berteman kursi-kursi kosong. Gelas Harry Potter-ku juga masih setia menampung teh untukku. aku mendongak sejenak. Langit-langit kelam langsung tertangkap oleh mataku. gelap memang, tapi aku masih mendapat sisa cahaya dari lorong kamar. Lampu ruang tamu tak mampu lagi menerangi kursi-kursi kosong.

Aku suka seperti ini. Gelap, tenang, sepi, tak ada yang mengganggu. Entah kenapa hayiku merasa lebih damai dalam situasi seperti ini. Begitu damai…. Jempolku berhenti, mencari sinar terang untuk terus mengalirkan pikiranku. sejenak semua datang menyerobot masuk dalam kepalaku. Kepedihan, duka, riang, kebahagiaan dan masih banyak lagi. mereka selalu datang disaat-saat seperti ini. Membuatku mengingat, membuatku berpikir. Mengingat masa lalu, memikirkan masa depan. aku menatanya rapi dikepalaku. Suatu saat aku akan membutuhkannya.

Kepalaku mulai berat. aku mencari tempat bersandar, mataku terpejam pelan. Otakku seakan memainkan nada-nada lullaby. Aku mulai kehilangan kesadaran hingga akhirnya tertidur dalam dekapan sofa tua. Selamat datang dunia mimpi…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s