Kisah Merpati dan 2 Pasang Sayapnya

ku biarkan merpati lepas

terbang menyentuh langit

mencari celah pintu langit

agar Tuhan tahu

Sang Merpati memang hidup di hutan. Maka dari itu, dia berdoa meminta sayap agar bisa terbang. Tidak hanya melihat hutan.Tidak hanya melihat daun yang hijau saja. Di luar sana masih banyak dedaunan, tidak hanya hijau. Kuning, merah, bahkan biru. Doanya pun segera terkabul hingga dia bisa terbang seperti sekarang.

Kini Sang Merpati bisa merasakan hangatnya mentari. Tidak hanya kehangatan yang didapatkan dari sisa-sisa pepohonan yang menawannya. Sang Merpati memang memiliki dua mata. Tapi itu tak cukup untuk melihat seluruh isi bumi. Dia juga ingin tahu apa yang ada di luar hutan. Semuanya mampu dia lihat dengan sepasang sayap lagi.

“Wahai Engkau Penguasa jiwaku dan seluruh jiwa, kedua sayap yang aku miliki belum cukup. Tak bisakah Engkau memberikan sepasang sayap lagi agar aku bisa melihat semuanya?” pinta sang Merpati.

Sekarang Sang Merpati masih mencari pintu menembus langit. Terbang terus membumbung tinggi. Menunggu Tuhan menjawab pintanya, dia terus terbang mencari pintu langit agar Tuhan mendengarnya lebih jelas. Tuhan pun memeluknya dan memberikan sepasang sayap lagi pada Sang Merpati.

“Ingatlah, sayap yang kuberikan ini mungkin akan menambah beban beratmu ketika kau terbang. Kau harus bisa menahannya. Sayap ini juga kuberikan agar kau mampu melindungi bumi dari teriknya mentari. Dapatkah engkau mengemban sepasang sayap barumu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s