Mari Percaya, Mari Merdeka

Indonesia telah berumur 65 tahun. Umur yang sudah cukup tua. Di umurnya yang sudah mulai menua, Tanah Air kita mulai telah mengidap banyak penyakit. Mulai dari penyakit alam seperti tsunami, banjir, gempa dan bencana alam lainnya sampai pada penyakit moral seperti KKN dan lain sebagainya.

Kebanggaan pada Tanah Beta ini masih terpatri dalam hati. Nmun miris rasanya melihat keadaannya sekarang. Kekacauan dimana-mana membuat hati merasa “tak merdeka lagi”. Perjuangan para pendahulu mempertahankan bumi pertiwi hanya dapat dikenang dalam pelajaran sejarah saja. Setelah itu, tak ada lagi tokoh pemerintahan yang dapat diandalkan. Wajahnya telah tercoreng oleh perbuatan beberapa orang. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. yaaaa seperti itulah perumpamaannya.

Dalam KBBI, Merdeka berarti :

  1. Pertama, bebas dari penghambaan, penjajahan dan lain sebagainya.
  2. Kedua, tidak terkena atau lepas dari tuntutan.
  3. Ketiga, tidak terikat, tidak tergantung kepada orang atau pihak tertentu atau leluasa. Sementara kemerdekaan diartikan sebagai keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan lain sebagainya).

Secara fisik, kita boleh berbangga hati telah memerdekakan diri kita dari zaman penjajahan. 300 tahun untuk menaklukkan bangsa kita bukanlah waktu yang sebentar. Rasa haus akan udara kebebasan akhirnya dicetuskan dalam Proklamasi kemerdekaan yang dibacakan dengan hikmat oleh Bapak Bangsa, Ir. Soekarno. Namun jika ditilik lebih dalam lagi, mari kita bertanya dalam hati “Sudahkah kita benar-benar merdeka?”.

Kembali pada Pembukaan UUD 1945 alinea kedua : “Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada
saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat
Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”
Dari sini dapat kita lihat bahwa jalan menuju kemerdekaan bukan hanya merdeka secara fisik saja. Kemerdekaan Indonesia juga mencakup aspek bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Elemen-elemen inilah yang ikut menentukan kemerdekaan negara kita, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 di atas.

Semua pasti dapat melihat, mendengar dan merasakan apakah seluruh elemen di atas telah terakomodir? Dan jawabannya kita pula yang menentukan. Indonesia memilih…. seperti jargon dalam sebuah kontes nyanyi.

Di usianya yang ke-65 ini, selayaknya kita semua ber-muhasabah. Perubahan itu perlu, namun ketika langkah untuk berubah itu tak sejalan dengan keinginan kita. Lalu di manakah kita memposisikan rasa “persatuan” kita sebagai bangsa yang merdeka. Ketika semua ingin bertindak semaunya, lalu di mana rasa “adil” itu kita indahkan. Ketika semua mulai menyuarakan keadilan, lalu keadilan seperti apa yang kita inginkan??? Apakah keadilan hanya untuk diri kita sendiri atau keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk mereka yang mewakili suara kami, pernahkah terbersit dalam hati dan benak kalian untuk benar-benar menyuarakan “suara sedu sedan” kami, tanpa ada sedikitpun “kepentingan perut” kalian.

Untuk kalian yang sering berkoar membela yang berhak mendapat pembelaan. Pernahkah kalian sedikitpun memberikan kepercayaan kepada mereka yang dengan senang hati telah kalian pilih untuk mewakili kalian. Jika tidak, mengapa kalian memilih mereka jika kalian tidak dapat menaruh rasa percaya sedikitpun pada mereka.

Krisis percaya dalam bangsa kita telah mendarah daging…. semua telah gelap mata melihat masa depan bangsa. Kepercayaan itu telah hilang, lenyap seiring dengan janji-janji yang tak kunjung terwujud…

Mari kita jadikan momen ini sebagai ajang refleksi bangsa kita untuk menata kembali bangsa kita yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kita semua menginginkan kemerdekaan. Dan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.

Mari saling percaya… MERDEKA…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s