IQRA’….

Begadang lagi…. Entah insomnia stadium brapa aku tak tahu. Semua hanya berawal kebiasaan ngumpul di asrama… kumpul dengan teman-teman bercerita hingga lupa waktu.

Setelah sekian lama, akhirnya blog-ku di isi lagi. Kali ini cukup dengan keluh kesah perasaanku sajalah. tapi sebenarnya siih biar ada isinya.. (heheheh). Sembari menunggu donlotan film SALT, sejenak kupalingkan tab Firefox ke WordPress. Meskipun rada ga nyambung, tulis sajalah…!!!

Malam ini hatiku sedikit tergerak oleh semangat temanku. Bahkan aku sendiri tiba-tiba merasa kalah darinya. Semangatnya yang besar telah ditularkannya padaku. Entah berapa lama semangat ini bertahan lama, yang jelas dia telah selangkah lebih maju.

“Guru, ntr beli qur’an apa?” tanyanya kemarin. Sejenak hatiku kalut dan bertanya pada nuraniku sendiri, pantaskah aku untuk mengajarnya… aku saja masih tersendat ngajinya…

“Belinya yang gede aja biar kmu bisa liat jelas tulisannya”, jawabku kemudian.

“Juz Amma atau Iqra’?” tanyanya lagi. Kembali berpikir bahkan aku sempat menerawang apa yang cocok untuknya.

“Juz Amma saja” jawabku singkat.

Percakapan singkat melalui chat pesbuk kembali terbayang. Keseriusannya untuk belajar tak boleh aku patahkan. BUkankah kita tidak boleh menyembunyikan ilmu yang telah kita dapatkan???

****

Malam ini dia mendatangi kamarku dengan membawa buku IQRO’nya. aku juga heran mengapa dia membeli buku itu, padahal kan kemarin sdah aku bilang JUZ AMMA saja, tapi tak apalah. DEngan ilmu secetek, aku membantunya melafalkan huruf demi huruf. Terkadang aku menyuruhnya untuk mengulanginya kembali karena pelafalannya yang salah.

Pikiranku sejenak kembali ke masa di mana aku berada di posisinya. Siang-siang aku berada diposisinya. Dengan garis wajah yang terlihat tegas membuatku untuk terus berhati-hati dalam melafakan ayat-ayat Allah. tak jarang bahkan tanganku dikagetkan dengan sebilah bambu tipis yang mendarat di jariku. Itu resiko salah baca.

Pikiranku kembali ke masa kini. “Eh…! Diulang!!! Tadi salah baca!!!” tegurku padanya. aku pun membantu untuk membetulkan apa kesalahannya dan mengulangi lafal yang benar untuk diikuti olehnya. Atas izin Allah tanpa sadar kami berdua telah belajar lagi. Aku yang bahkan jarang membuka Qur’an tiba-tiba merasa sangat jauh dari-Nya. Sembari berikrar dalam hati untuk kembali belajar, akupun sangat bersyukur bisa membantu temanku ini.

Bacalah, dan Tuhan-mulah YAng Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusai dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq 3-5)

<a href=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=&t=” target=”blank”>Share on Facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s